KPU dan KNPI Jabar Bersatu Targetkan Rangkul 50 Persen Suara Pemuda
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Jawa Barat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar bersinergi
untuk merangkul suara pemuda di Jabar pada pesta demokrasi pemilihan
gubernur jabar 2018 ini. Untuk diketahui separuh atau 16 juta dari
pemilik suara di Jabar termasuk dalam katagori pemuda. KPU dan KNPI
sepakat untuk mengawal suara pemuda tersebut agar tersalurkan atau tidak
golput.
Hal itu
mengemuka dalam sosialisasi Pilgub Jabar 2018 yang diselenggarakan KPU
bersama KNPI Jabar di Kantor KNPI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota
Bandung, Senin 16 April 2018. Dalam sosialisasi tersebut pun KNPI Jabar
mendeklarasikan pemuda anti golput dengan mengutus sepuluh duta pemuda
demokrasi anti golput.
Secara
formalitas Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat yang saat iut hadir sebagai
narasumber utama membubuhkan cap tangan dia di atas selembar kain putih
sebagai bentuk dukungan deklarasi pemuda anti golput, kemudian disusul
oleh Ketua KNPI Jabar Rio F Wilantara.
Yayat
mengatakan, KNPI merupakan induk organisasi kepemudaan yang menaungi
banyak OKP yang mewadahi pemuda-pemuda. Jika KNPI bisa bergerak bantu
KPU menyosialisasikan terkait pilgub di kalangan pemuda, maka separuh
persoalan bisa diselesaikan karena sebagian besar masalah ada di
kalangan pemuda. Di antaranya ancaman hoax dan ancaman lain yang
menyasar ke anak muda.
“KNPI punya
peran yang strategis bantu KPU apalagi ada program bagus melindungi
pemilih pemula dari ancaman hoax. KNPI akan mewajibkan pengurus di
setiap jenjang KNPI kota dan kabupaten serta tingkat kecamatan untuk
bergerak. Kalau ini berjalan akan lebih masif dibandingkan stakeholder,”
kata dia.
Menurut dia,
pemuda punya kelebihan. Generasi senior dengan mobilitas yang tinggi dan
juga idelisme yang luar biasa dengan modal yang besar. Dengan demikian
Yayat pun mengapresiasi KNPI pada sosialiasi tersebut. Ditambah lagi
KNPI akan melindungi atau memastikan pemuda 17 tahun punya surat
keterangan kependudukan dengan berkonsolidasi dengan disduk kota
kabupaten hingga ke kecamatan.
“Sekarang
ancaman potensi golput akan sedikit terselesaikan. Kemarin pas rekap
sementara ada 950ribu pemilih yang terdaftar tapi belum punya e-KTP
maupun suket. Kita sudah sampaikan ke disdukcapil untuk treatment agar melakukan akselerasi. Saya kira disdukcapil akan lebih akseleratif menyelenggarakan kewajibannya, ” ujar dia.
Ia menambahkan,
pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengarah pada pilgub Jabar sebagai
wisata politik menyenangkan tidak berkerut kening, dilakukan dengan cara
yang ringan. Menghindari sosialisasi yang sifatnya monolog.
Sementara itu,
Rio mengatakan, pihaknya akan sinergis dengan KPU menjaga pilgub Jabar
lancar dengan menjaga keterwakilan suara pemuda. Sedikitnya juga
pihaknya menerima masukan dari KPU terkait permasalahan pemilih pemula
dan pemuda. Di antaranya soal kepemilikan e-KTP.
“Ada hal-hal
keterwakilan pemuda soal e-ktp, kami akan beraudiensi dengan disdukcapil
untuk kontrol sejauh mana pemuda terlibat dalam administrasi
kependudukan ini. Kami berharap generasi muda peduli karena pemerintah
sudah cukup mempersiapkan. Kami sebagai organisasi pemuda siap
mendukungnya. Untuk distribusikan soal informasi dan tata cara pilgub,
“kata dia.
Menurut dia,
pihaknya menargetkan setidaknya 50 persen dari pemuda terkonfirmasi akan
menggunakan hak pilihnya nanti. Melalui deklarasi tersebut merupakan
upaya agar mereka tidak golput. Pemuda harus menjadi bagian suksesnya
pilgub Jabar. Dengan demikian mereka akan mengawal keterwakilan pemuda
agar mencoblos pada tanggal 27 Juni mendatang.

Tidak ada komentar